Peluang Futures Kripto di Indonesia Masih Besar, Bittime Tekankan Pentingnya Edukasi

Peluang Futures Kripto di Indonesia Masih Besar, Bittime Tekankan Pentingnya Edukasi

Bittime melihat peluang Bittime Futures di Indonesia masih terbuka seiring berkembangnya perdagangan derivatif kripto. Namun, pertumbuhan Bittime Futures perlu diimbangi edukasi mengenai mekanisme, leverage, volatilitas, dan risiko futures agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih terukur.

Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melihat peluang perdagangan futures kripto di Indonesia masih terbuka seiring berkembangnya aktivitas perdagangan derivatif. Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan edukasi agar investor memahami mekanisme, peluang, dan risiko futures.

Tren Perdagangan Futures Global

Aktivitas perdagangan derivatif menunjukkan besarnya pasar futures secara global. Berdasarkan data yang diamati pada 3 September 2026 pagi, sebanyak 73,44% akun berada pada posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sementara 26,56% berada pada posisi short, dengan long/short ratio 2,77. Pada BTCUSDT perpetual, posisi long sebanyak 54,8%, sedangkan short 45,2%. 

Data tersebut menunjukkan kecenderungan posisi long lebih kuat pada Ethereum dibandingkan Bitcoin pada saat pengamatan. Namun, long/short ratio merupakan gambaran posisi pada waktu tertentu dan dapat berubah dengan cepat, sehingga tidak dapat menjadi kepastian arah harga aset.

Di Indonesia, OJK mencatat jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital tercatat sebanyak 22,93 juta akun, menunjukkan masih adanya ruang bagi pertumbuhan pasar futures di Indonesia.

Secara global, perdagangan derivatif menjadi bagian penting dalam ekosistem aset digital. Data dan riset CoinMarketCap menunjukkan derivatif pada periode tertentu menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global.

Edukasi Penting Seiring Perkembangan Futures

Bittime menilai perkembangan pasar aset digital perlu diikuti dengan penguatan literasi dan edukasi investor, terutama ketika semakin banyak pilihan instrumen perdagangan tersedia. 

Hal ini sejalan dengan upaya OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat melalui penerbitan Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0, yang memuat informasi mengenai ekosistem aset digital, regulasi, risiko, perlindungan konsumen, perkembangan industri, dan inovasi.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam membantu investor memahami karakteristik setiap instrumen.

“Futures memberikan fleksibilitas untuk mengambil posisi ketika pasar bergerak naik maupun turun. Namun, peluang tersebut harus diikuti pemahaman yang baik mengenai mekanisme dan risiko futures,” ujar Ryan.

Berbeda dengan spot, futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short. Namun, penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian. Volatilitas pasar juga dapat membuat nilai posisi berubah dengan cepat dan, ketika margin tidak lagi mencukupi, posisi dapat mengalami likuidasi.

Karena itu, pengguna perlu memahami ukuran posisi, tingkat leverage, kondisi pasar, dan kemampuan menanggung risiko sebelum melakukan transaksi futures.

Bittime Perkuat Edukasi Futures

Komitmen tersebut turut diwujudkan Bittime melalui Bittime Alpha Gala Night dalam rangkaian Coinfest Asia pada Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bittime membahas perkembangan futures serta pentingnya memahami mekanisme dan risiko sebelum melakukan transaksi.

Aktivitas perdagangan juga tercermin dari data internal Bittime. Dalam periode tujuh hari terakhir, BTCUSDT-PERP, HYPEUSDT-PERP, dan PUMPUSDT-PERP menjadi Top Tokens di Bittime Futures.

“Kami melihat peluang Bittime Futures di Indonesia masih terbuka. Karena itu, pengembangan produk perlu berjalan bersama edukasi agar pengguna dapat memahami peluang sekaligus mengelola risiko sesuai profilnya,” kata Ryan.

Bittime menyediakan ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Bittime Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi OJK.

Dari sisi pelaku pasar, Lely Marthadinata, senior trader sekaligus founder komunitas trader Theory of Whaless, menilai perkembangan futures di Indonesia perlu berjalan bersama dengan peningkatan edukasi investor. Menurutnya, karakteristik futures yang memungkinkan trader mengambil posisi saat pasar naik maupun turun membuat pemahaman terhadap mekanisme dan risiko menjadi semakin penting.

“Perkembangan futures di Indonesia memiliki potensi besar, tetapi pertumbuhan tersebut perlu diikuti edukasi yang memadai. Trader perlu memahami mekanisme futures, termasuk risiko leverage dan volatilitas, agar dapat mengambil keputusan secara lebih terukur,” ujar Lely.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *